Merawat Perhiasan
Perhiasan bagi kalangan wanita adalah hal penting untuk menunjang penampilan. Makanya, perhiasan bisa jadi pilihan untuk mendongkrak gaya berbusana Anda. Lalu bagaimana trik dan teknik tepat agar perhiasan Anda awet dan tidak mudah rusak. Berikut infonya.
Selain dapat menambah nilai pada penampilan, perhiasan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri bahkan sebagai simbol status sosial seseorang. Agar perhiasan Anda berumur panjang, jangan hanya bisa memakainya, Anda pun harus bisa merawatnya. Ketahuilah juga, tiap jenis perhiasan ‘menuntut’ perlakukan yang berbeda.
Berlian
Cincin atau anting berlian wajib dirawat dengan penggosokkan secara berkala setidaknya 6 bulan sekali agar kemilaunya tetap terjaga. Lakukanlah di toko berlian yang menyediakan jasa ini.
Jika Anda ingin melakukannya sendiri, cara ini dapat dipraktikkan. Siapkan air hangat yang sudah ditetesi cairan pencuci piring. Celupkan perhiasan berlian Anda ke dalam cairan tersebut. Sikat secara lembut dengan sikat gigi bekas agar kotoran dapat terjangkau sampai ke dalamnya. Setelah disikat, keringkan dengan kain yang lembut dengan cara ditekan-tekan. Atau, rendam selama 30 menit dalam air yang 1/6-nya sudah mengandung ammonia, dan keringkan dengan kain yang lembut.
Mutiara
Berbeda dengan berlian, mutiara sangat rentan terhadap cairan yang mengandung zat kimia, seperti hairspray, nail polish atau ammonia. Cairan tersebut dengan mudah dapat merusak mutiara Anda.
Lap mutiara Anda seusai mengenakannya. Gunakan kain yang lembut. Untuk hasil yang maksimal, basahi kain dengan air sabun, peras dan seka mutiara secara searah. Lalu keringkan dengan kain basah (tidak dengan air sabun). Cangkang dari perhiasan mutiara Anda mudah sekali untuk kendor atau lepas. Agar mutiara tidak sewaktu-waktu lepas, secara berkala kencangkan kembali di ahli perhiasan.
Karena mutiara sangat rentan terhadap parfum dan cat kuku, selalu pasang perhiasan mutiara Anda setelah Anda selesai berdandan.
