Patung Ngurah Rai di Kawasan Bandara Diresmikan
Setelah dikerjakan selama lima bulan, patung pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai di jalan masuk ke Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta Bali, Rabu (3/6) kemarin akhirnya diresmikan. Peresmian dilakukan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafli Djamal. Peristiwa ini terbilang istimewa karena dihadiri pula oleh Nyonya I Gusti Ngurah Rai dan kerabat. Nyonya Ngurah Rai datang ke lokasi dengan menggunakan kursi roda.
Peresmiannya ditandai dengan penekanan sirene dan pengguntingan pita di bundaran jalan baru I Gusti Ngurah Rai, Tuban. Hadir pula dalam kesempatan itu Pangdam IX/ Udayana Mayjen Hotmangaraja Panjaitan, Dirut PAP I (Persero) Bambang Darwoto, Wabup Badung Ketut Sudikerta, Wakil Ketua DPRD Bali Adi Putra, GM PAP I Bandara Ngurah Rai Heru Legowo dan undangan lainnya.
Menhub Syafii Djamal mengatakan, pembangunan patung I Gusti Ngurah Rai sebagai bentuk penghormatan kepada sang pahlawan atas jasanya kepada bangsa dan negara. Sebelumnya bandara kebanggaan Bali juga memakai nama mantan Pimpinan Resimen Tentara RI Sunda Kecil itu. “Jasa-jasa beliau kita kenang dan spirit hidupnya menjadi teladan bagi kita untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Menhub.
Menurut Dirut PAP I (Persero) Bambang Darwoto, sosok I Gusti Ngurah Rai terkenal sebagai pahlawan yang gagah berani. “Kegagahan dan keberanian beliau bukanlah kiasan tetapi dalam arti yang sebenarnya. Artinya beliau sungguh-sungguh memiliki sikap yang terpuji. Khususnya kegigihan dalam menegakkan kehormatan bangsa. Izinkan kami untuk mengungkapkan rasa bangga kepada beliau,” ujar Bambang.
Pengerjaan patung Ngurah Rai dimulai 5 Desember 2008 dan selesai 14 April 2009. Tinggi patung 8 meter dengan landasan 11,45 meter sehingga total tinggi monumennya 19,45 meter. Monumen yang menjadi landmark baru bagi Bandara Ngurah Rai ini dihiasi 17 buah air mancur. “Semua unsur ini memiliki filosofi Hari Kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945 (17-8-1945),” ujar GM PAP I Bandara Ngurah Rai, Heru Legowo.
Serangkaian peresmian patung NgurahRai, kemarin Menhub Syafli Jamal juga meresmikan Ground Breaking Pembangunan Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai. Menurut rencana, pembangunan terminal akan berlangsung akhir 2009 dan selesai selama 2,5 tahun. Pembangunan terminal internasional dan fasilitas pendukungnya diperkirakan menelan biaya selcitar Rp 1,4 triliun.
Ciung Wanara
I Gusti Ngurah Rai lahir tahun 1917 dan gugur sebagai kusuma bangsa 20 November 1946 di Desa Marga, Tabanan. Sebelum gugur, jabatannya Pucuk Pimpinan Resimen Tentara Republik Indonesia (TRI) Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara) dengan pangkat letnan kolonel. Beliau juga dikenal sebagai Pimpinan Markas Besar Umum Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (MBU DPRI) Sunda Kecil.
Sebagai komandan, Ngurah Rai sangat tegas dan tak gentar menghadapi pasukan NICA yang persenjataannya jauh lebih canggih. Anak buah sangat hormat dan respek padanya. Bersama seluruh pasukan Ciung Wanara yang berjumlah 96 orang, di hari yang kelabu 20 Novemmber 1946 di Desa Marga Tabanan, I Gusti Ngurah Rai yang lahir tahun 1917 gugur sebagai kusuma bangsa.
