Archive for » December, 2009 «

Tenun Bali, Tetap Jadi Primadona Industri Tekstil di Bali

Tenun khas Bali (endek) dan bordir masih menjadi primadona industri tekstil dari produk tekstil Bali. “Desain dan kualitas endek serta bordir produksi Bali secara bertahap, telah mampu bersaing di pasar domestik hingga saat ini,” ujar Kepala Dinas Penndustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, baru-baru ini di Denpasar.

Lanjut dia, terbukti telah ada beberapa industri garmen dengan orientasi ekspor yang mampu mengembangkan desain dan kualitas endek dan bordirnya. Selain itu, pasar domestik masih menyimpan potensi yang besar untuk di masuki produk bordir dan tenun khas Bali.

Hal ini muncul dari berbagai pameran yang diikuti para perajin Kota Denpasar di berbagai kesempatan. “Kendati kain endek Bali sebagian besar didesain dan diproduksi untuk kepentingan pasar lokal Bali, kenyataannya pasar domestik dari luar negeri tetap jadi peluang pengusaha yang dibuktikan dengan motif dan desainnya sesuai selera pasar global,” tegasnya.

Untuk lebih meningkatkan daya saing tenun dan bordir khas Bali, selain Disperindag Kota Denpasar menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) secara kontinu, juga terus mengupayakan pameran-pameran endek. Salah satunya di Festival Denpasar yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

“Melalui diklat-diklat yang kami gelar secara kontinu ini. Pengalaman dan pengetahuan para perajin ini dapat ditingkatkan, sehingga mampu meningkatkan daya saing bordir dan endek Bali,” jelasnya. Ia menambahkan, paling tidak dengan pengetahuan dan wawasan yang bakal diperoleh, para perajin dapat melakukan diversifikasi produk serta mengembangkan kreativitasnya. Lanjutnya, minimal ada diversifikasi dalam hal desain, pewarnaan serta teknik-teknik baru yang bisa memberi nilai tambah bagi produksi tekstil lokal ini.

Dengan demikian, selain menambah daya saing tentunya dapat memperluas daya tarik dan minat pembeli lokal dan luar negeri. “Dengan pengembangan desain dan kualitas, diharapkan dapat tumbuh semangat mencintai produk Indonesia di masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Di Sanur Pedagang Baju dan Aksesori Bali “Panen”

Menjelang akhir tahun, beberapa pemilik art shop yang menawarkan busana, tas dan lainnya di Sanur “panen”. Namun demikian, mereka tetap berharap kunjungan wisatawan khususnya wisdom ke tempat mereka meningkat terus.

Menurut salah seorang pemilik art shop di daerah Sanur, Minggu (27/12) kemarin kunjungan wisatawan domestik saat ini mulai ramai, hal tersebut diharapkannya bisa berdampak terhadap peningkatan penjualan di kios miliknya.

Diungkapkan, seperti halnya tahun lalu, di mana saat akhir tahun permintaan aneka suvenir khas Bali seperti baju, celana santai, tas, topi serta lainnya terjadi peningkatan, dibandingkan bulan-bulan biasanya. Rata-rata tiap menjelang akhir tahun, permintaan meningkat hingga 50 persen. Jika biasanya produk yang keluar hanya 10-15 pcs per hari, pada musim liburan akhir tahun permintaan bisa mencapai 20-30 pcs produk busana per hari.

Dikatakan, dengan menawarkan barang-barang yang harganya murah serta terjangkau, barang tentu akan mampu menarik minat pembeli. Aneka barang yang dijual di tempatnya adalah berbagai model kaos Bali, celana santai, tas, dan topi khas Bali yang terbuat dari anyaman bambu dengan harga yang ditawarkan mulai Rp 10 ribu.

Lebih jauh dikatakan, mulai dari celana pendek Rp 15 ribu , topi Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu per pcs, aneka baju kaos khas Bali Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu per pcs. “Dengan harga terjangkau tersebut, tentu konsumen akan tertarik untuk membeli,” ujarnya.

Di tempat terpisah, seorang pemilik Art shop lagi di bilangan Sanur mengungkapkan, sejak seminggu lalu permintaan suvenir seperti kalung dan gelang khas unik di tempatnya sudah tampak terjadi peningkatan, dibandingkan sebelumnya. Namun belum terlalu banyak. Jika sebelumnya permintaan produk gelang dan kalung tersebut rata-rata 10 pcs per hari, saat ini sudah meningkat hingga 15-20 pcs per hari.

Ditambahkan, berbagai aksesori kalung, gelang serta anting-anting berbahan mote, kerang dan bahan alami lainnya ditawarkan. Kalung dan gelang dengan desain unik dijual dengan harga murah mulai Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu, sedangkan untuk aneka anting-antitg ditawarkan Rp 2 ribu- Rp 5 ribu per pcs.