Musim Hujan, Omzet Pedagang Pasar Seni Turun

Sepinya jumlah pelancong dalam negeri pasca liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang dibarengi dengan seringnya turun hujan membuat omzet pedagang di pasar seni Guwang Sukawati Gianyar ini mengalami penurunan yang cukup drastis. Penurunan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke pasar itu, telah dirasakan sejak tiga hari belakangan ini.

“Kalau selama liburan yang disertai dengan membludaknya jumlah kunjungan wisatawan domestik, omzet pedagang di sini naik tajam dari biasanya dengan rata-rata Rp 2 juta per hari. Namun, sekarang turun drastis menjadi Rp 300.000 sampai Rp 500.000 per hari. Jumlah ini pun sudah tergolong cukup besar di saat sedang sepi,” Terang seorang pedagang aneka barang kerajinan di pasar seni Guwang, Rabu (13/1) kemarin.

Dijelaskan,memasuki minggu kedua di Januari jumlah pengunjung yang umumnya wisatawan domestik asal Jawa sudah menunjukkan penurunan sehingga, suasana pasar yang selama liburan Nataru sangat ramai sekarang menjadi sepi. Kendati ada dua atau tiga buah bus yang membawa rombongan dengan jumlah lebih dari 100 orang, akan tetapi tidak semuanya bersedia turun dari mobil karena hujan.
Para pedagang pun hanya bisa gigit jari sambil menunggu tiap pelanggan.

“Beginilah, kalau jumlah konsumen sepi, pedagang hanya bisa pasrah saja menunggu barang dagangannya,” ucap seorang pedagang sandang lainnya sambil menambahkan, selama liburan Nataru omzetnya lumayan besar. Namun, sekarang kanena sepi omzetnya pun menjadi turun.

Kepala Pasar Seni Guwang mengakui, sejak beberapa hari terakhir ini jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke pasar itu menunjukkan penurunan. Suasana pasar pun menjadi lebih sepi lagi saat seringnya turun hujan sekarang ini. Kalaupun ada, wisatawan enggan turun dari mobil untuk membelanjakan uangnya.

Konsumen Perlu Selektif Pakai Produk Lulur

Menggunakan atau memilih produk lulur harus selektif, sebab tak jarang beredar lulur yang menggunakan zat kimia serta berbahaya bagi kulit. Untuk itu konsumen harus ekstra hati-hati memilih produk lulur yang tepat bagi kulit mereka.

Demikian diungkapkan seorang pemilik Spa, Jumat (8/1) kemarin di Denpasar. Dikatakan, luluran dengan mengunakan produk lulur alami merupakan kegiatan perawatan tubuh yang sangat penting saat ini.

Untuk itu melakukan perawatan lulur kini telah menjadi sebuah kebutuhan. Bukan hanya sekadar tren atau ikut-ikutan. Karena lulur telah terbukti bermanfaat dalam merawat kulit tubuh. Menjaga kelembutannya serta menghilangkan segala radikalbebas yang menempel di kulit.

Lebih jauh dikatakan, disamping menghindari penggunaan produk berbahan berbahaya, faktor lingkungan juga mempengaruhi kesehatan kulit. Lingkungan saat ini telah disesaki oleh berbagai polutan berbahaya seperti, angin yang tiap hari menerpa wajah, rambut dan tubuh, tanpa disadari telah membawa berbagai jenis zat kimia, termasuk berbagai jenis logam berat serta karbon monoksida yang berbahaya bagi kesehatan kulit.

Diungkapkan, segala polutan yang beredar di sekeliling, merupakan efek samping dari kemajuan teknologi dan industri hendaknya ditangkal sedari awal. Dalam hal ini melindungi kulit tubuh dengan menggunakan produk-produk perawatan tubuh yang bukan hanya sekadar melembutkan, namun juga harus mampu melakukan detoksifikasi terhadap zat-zat beracun yang menempel tiap hari pada kulit tubuh.

Lebih jauh diungkapkan, selain untuk membersihkan kulit, zat aktif yang terkandung di dalam lulur alami juga memiliki banyak khasiat. Seperti lulur susu yang dipercaya mampu menutrisi kulit secara mendalam, utamanya bagi kulit yang cenderung sangat kering serta lulur cokelat yang ternyata ampuh untuk menghaluskan segala jenis kulit. “Sangat penting jika menjadikan lulur sebagai bagian dari kehidupan kita untuk membersihkan dan merawat kulit. Karena berlulur sama pentingnya seperti mandi dan gosok gigi,” imbuhnya.

Ditambahkan, harga lulur alami cukup terjangkau, seperti di spa miliknya. Untuk melakukan lulur susu dibandrol dengan biaya Rp 50 ribu, lulur cokelat serta lulur kopi sedikit agak mahal berkisar Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu. Ditempatnya juga menjual lulur dan scrub alami. Lulur susu 100 gr dijual dengan harga Rp 8.500 per pcs, lulur bangkuang Rp 7.500 per pcs dijual dengan harga Rp 7.000 serta Rp 6.000 per pcs.

Tenun Bali, Tetap Jadi Primadona Industri Tekstil di Bali

Tenun khas Bali (endek) dan bordir masih menjadi primadona industri tekstil dari produk tekstil Bali. “Desain dan kualitas endek serta bordir produksi Bali secara bertahap, telah mampu bersaing di pasar domestik hingga saat ini,” ujar Kepala Dinas Penndustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, baru-baru ini di Denpasar.

Lanjut dia, terbukti telah ada beberapa industri garmen dengan orientasi ekspor yang mampu mengembangkan desain dan kualitas endek dan bordirnya. Selain itu, pasar domestik masih menyimpan potensi yang besar untuk di masuki produk bordir dan tenun khas Bali.

Hal ini muncul dari berbagai pameran yang diikuti para perajin Kota Denpasar di berbagai kesempatan. “Kendati kain endek Bali sebagian besar didesain dan diproduksi untuk kepentingan pasar lokal Bali, kenyataannya pasar domestik dari luar negeri tetap jadi peluang pengusaha yang dibuktikan dengan motif dan desainnya sesuai selera pasar global,” tegasnya.

Untuk lebih meningkatkan daya saing tenun dan bordir khas Bali, selain Disperindag Kota Denpasar menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) secara kontinu, juga terus mengupayakan pameran-pameran endek. Salah satunya di Festival Denpasar yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

“Melalui diklat-diklat yang kami gelar secara kontinu ini. Pengalaman dan pengetahuan para perajin ini dapat ditingkatkan, sehingga mampu meningkatkan daya saing bordir dan endek Bali,” jelasnya. Ia menambahkan, paling tidak dengan pengetahuan dan wawasan yang bakal diperoleh, para perajin dapat melakukan diversifikasi produk serta mengembangkan kreativitasnya. Lanjutnya, minimal ada diversifikasi dalam hal desain, pewarnaan serta teknik-teknik baru yang bisa memberi nilai tambah bagi produksi tekstil lokal ini.

Dengan demikian, selain menambah daya saing tentunya dapat memperluas daya tarik dan minat pembeli lokal dan luar negeri. “Dengan pengembangan desain dan kualitas, diharapkan dapat tumbuh semangat mencintai produk Indonesia di masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Di Sanur Pedagang Baju dan Aksesori Bali “Panen”

Menjelang akhir tahun, beberapa pemilik art shop yang menawarkan busana, tas dan lainnya di Sanur “panen”. Namun demikian, mereka tetap berharap kunjungan wisatawan khususnya wisdom ke tempat mereka meningkat terus.

Menurut salah seorang pemilik art shop di daerah Sanur, Minggu (27/12) kemarin kunjungan wisatawan domestik saat ini mulai ramai, hal tersebut diharapkannya bisa berdampak terhadap peningkatan penjualan di kios miliknya.

Diungkapkan, seperti halnya tahun lalu, di mana saat akhir tahun permintaan aneka suvenir khas Bali seperti baju, celana santai, tas, topi serta lainnya terjadi peningkatan, dibandingkan bulan-bulan biasanya. Rata-rata tiap menjelang akhir tahun, permintaan meningkat hingga 50 persen. Jika biasanya produk yang keluar hanya 10-15 pcs per hari, pada musim liburan akhir tahun permintaan bisa mencapai 20-30 pcs produk busana per hari.

Dikatakan, dengan menawarkan barang-barang yang harganya murah serta terjangkau, barang tentu akan mampu menarik minat pembeli. Aneka barang yang dijual di tempatnya adalah berbagai model kaos Bali, celana santai, tas, dan topi khas Bali yang terbuat dari anyaman bambu dengan harga yang ditawarkan mulai Rp 10 ribu.

Lebih jauh dikatakan, mulai dari celana pendek Rp 15 ribu , topi Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu per pcs, aneka baju kaos khas Bali Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu per pcs. “Dengan harga terjangkau tersebut, tentu konsumen akan tertarik untuk membeli,” ujarnya.

Di tempat terpisah, seorang pemilik Art shop lagi di bilangan Sanur mengungkapkan, sejak seminggu lalu permintaan suvenir seperti kalung dan gelang khas unik di tempatnya sudah tampak terjadi peningkatan, dibandingkan sebelumnya. Namun belum terlalu banyak. Jika sebelumnya permintaan produk gelang dan kalung tersebut rata-rata 10 pcs per hari, saat ini sudah meningkat hingga 15-20 pcs per hari.

Ditambahkan, berbagai aksesori kalung, gelang serta anting-anting berbahan mote, kerang dan bahan alami lainnya ditawarkan. Kalung dan gelang dengan desain unik dijual dengan harga murah mulai Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu, sedangkan untuk aneka anting-antitg ditawarkan Rp 2 ribu- Rp 5 ribu per pcs.

Perajin “ Egg Painting” Beralih ke Telur Kayu

Merebaknya kasus flu burung berdampak pada keberadaan kerajinan egg painting (lukisan telur). Produk kerajinan lukisan telur ini mendapatkan larangan masuk ke beberapa negara asal wisatawan. Kondisi yang demikian membuat para perajin kehilangan pasar. Kini perajin seni lukisan telur harus mengalihkan objek kerajinan mereka dengan menggunakan kayu yang dibuat menyerupai telur.

Di samping itu, keluhan lain yang kini dihadapi oleh para perajin hingga membuat mereka menggunakan telur dari kayu ini, karena kian langkanya keberadaan telur burung unta. Namun untuk lukisan telur yang ukurannya lebih kecil masih menggunakan telur angsa maupun itik. “Hasil kerajinan dari telur tersebut mendapat larangan masuk ke negara asal wisatawan” kata salah satu perajin lukisan telur asal Banjar Dauh Uma, Kelurahan Bitera, Wayan Budiarta.

Bagi warga Banjar Dauh Uma, kerajinan lukis telur telah menjadi bagian aktivitas dari masyarakat setempat. Kurang lebih 25 persen dari jumlah warga yang ada merupakan perajin lukis telur. Bahkan. kerajinan lukis telur ini juga dilakukan oleh anak-anak guna memperoleh tambahan uang jajan untuk ke sekolah.

Perkembangan seni lukis telur. mulai digeluti warga Dauh Uma mulai tahun 80- an. Berawal dari adanya seniman lukis dari Banjar Dauh Uma, Kadek Suta yang kenal dengan seorang wisatawan yang memesan lukisan dengan telur. Sejak saat itulah, kerajinan seni lukis telur mulai menggeliat. Pangsa pasarnya pun keluar negeri. Mulai dari Jerman, Amerika, serta Australia dan beberapa negara lainnya. Namun sejak kasus flu burung (AI) merebak, ekspor lukis telur mengalami penurunan. ‘Wisatawan yang berkunjung tidak diperkenankan untuk membawa telur unggas tersebut ke negaranya,” jelasnya.

Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan hasil kerajinan dari warga Banjar Dauh Uma, Bitera. Dengan menggunakan kayu albesia para perajin mengolahnya menyerupai telur yang kemudian diberikan lukisan, Hasilnya, tak jauh beda dengan lukisan menggunakan telur asli. Dari segi harga, tentunya lukisan telur kavu lebih murah dibandingkan dengan lukisan telur aslinya, tetapi juga tergantung dari ukuran telur itu sendiri.

Sementara penghasilan mereka rata-rata berkisar Rp 50 ribu hingga 100 ribu. Sedangkan saat ini, kerajinan lukisan telur dipasarkan di Kuta, Sukawati dan beberapa objek wisata lainya di Bali.

Mencegah Anak Sakit Akibat Tas Punggung

Bagaimana caranya menghindarkan anak dari nyeri punggung akibat penggunaan tas sekolahnya? Para orangtua bisa menggunakan kiat yang umum digunakan untuk mengurangi nyeri, pegal, atau kram.

Berikut beberapa hal yang mesti diperhatikan para orangtua.
Cirinya bisa diamati dari bahannya yang ringan (tas dari kanvas biasanya lebih ringan dibandingkan tas kulit), punya dua tali atau selempang yang lebar dan bisa diatur panjang pendeknya, serta dilengkapi dengan bantalan yang nyaman untuk bahu. Sejumlah tas juga punya banyak kantong atau saku yang terpisah-pisah sehingga beban tidak terpusat di satu titik.

Tas dengan pengikat pada bagian pinggang atau dada juga bagus agar beban tersebar merata ke seluruh tubuh. Ajari anak menata barang-barang dalam tas. Barang-barang yang lebih berat sebaiknya dikemas terlebih dulu di bagian bawah atau dekat tubuh. Sebarkan barang bawaan di kantong-kantong atau saku yang ada sehingga beban tersebar merata dan tidak bergeser saat anak bergerak-gerak.
Atur panjang pendek tali sesuai ukuran tubuh anak, dengan posisi bagian bawah tas 5cm di atas pinggang. Jangan membawa tas terlalu rendah di bawah pantat. Ajarkan anak untuk mengangkat tas dengan cara menekuk lutut atau berjongkok, kemudian baru diangkat dengan kedua tangan seraya berdiri, bukan dengan cara membungkuk kemudian menegakkan tubuh.

Awasi barang bawaan anak. Jika anak mengeluh tidak nyaman atau sakit, segera kurangi beban dalam tasnya. Pastikan, anak hanya membawa buku yang diperlukan saja dan meninggalkan benda-benda yang tidak diperlukan di rumah, seperti mainan, dll.

Biasakan anak membersihkan tas setidaknya sekali seminggu. Bersikap proaktif dalam menangani masalah sakit punggung akibat beban yang terlalu berat. Biasakan anak untuk memberi tahu kalau dia merasakan nyeri, pegal, atau sakit pada punggungnya. Pilihkan.tas yang kecil atau sesuai kebutuhannya.

Diskusikan dengan guru atau pihak sekolah tentang bagaimana meminimalisasi buku yang dibawa anak ke sekolah, misalkan dengan menyediakan box file atau loker di sekolah sehingga anak bisa menyimpan sebagian buku-bukunya di sekolah.

Jika anak suka pergi ke sekolah dengan naik sepeda, pasang keranjang di bagian depan atau belakang sepedanya sehingga selama perjalanan anak bisa meletakkan tas di dalamnya.

Kerajinan Ate Desa Seraya, Karangasem

Sepintas kerajinan ate mirip dengan rotan. Pohon/bahan ate bisa ditemukan di hutan-hutan atau di perbukitan termasuk di Bali. Namun, ate yang dihasilkan di Bali kecil-kecil. Karenanya, para pengrajin ate mendatangkan bahan dari pulau Jawa, Flores, dan Sumatra. Satu pesel (ikat) bahan ate berisi 100 batang dibeli seharga Rp 18.000 sampai 140.000, tergantung kualitasnya.

Tak seperti dulu, saat ini masyarakat Desa Seraya, Karangasem mengerjakan kerajinan ate yang diwarisi secara turun temurun ini, hanya untuk mengisi waktu luang atau selingan. Sebagian besar profesi mereka sebagai petani dan peternak.

Proses pengerjaan ate melalui beberapa tahapan. Pertama, batang ate yang berukuran agak besar di belah kecil-kecil untuk dianyam menjadi beberapa produk seperti tas, tempat buah, tatakan gelas, ayunan bayi, tempat cotton bud (kapas tangkai), dll. Kedua, ate yang sudah dibelah sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan itu, dihaluskan menggunakan alat sederhana yakni tutup botol yang telah dilubangi. “Batang ate tinggal dimasukkan ke lubang tutup botol,” ujar Komang Latra (43), pengrajini sekaligus pengepul kerajinan ate di Banjar Gambang, Desa Seraya Tengah, Karangasem ini. Ketiga, ate yang sudah dihaluskan, dikeringkan selama 5 hari untuk mendapatkan warna coklat yang bagus, dilanjutkan peng-ovenan selama 2 hari.

Tahap akhir, pewarnaan. “Proses peng-ovenan dan finishing biasanya dikerjakan di Desa Tenganan, karena wisatawan lebih banyak datang ke sana. Warna disesuaikan dengan permintaan pemesan,” kata Latra.
Sebagai pengepul, Latra dan istrinya Nyoman Catri tak hanya menerima begitu saja hasil dari para pengrajin. Produk kerajinan ini lantas dipercantik dengan menambahkan dekorasi dari bahan kerang, batok kelapa, kulit, tali dan kayu. Kerajinan ini sebagian dipasarkan ke Ubud, Gianyar dan disukai wisatawan Jepang. “Ada juga wisatawan yang langsung datang ke sini. Sekarang, wisatawan Amerika Serikat sudah mulai tertarik kerajinan ate ini,” ujar Latra.

Harga yang ditawarkan bervariasi. Produk yang paling murah berupa tatakan gelas yang masih mentah dijual Rp 12.000 perbiji. Sedangkan produk tas yang paling banyak digemari wisatawan harganya bisa mencapai Rp 600.000. Harga yang ditawarkan ini sebanding dengan proses pengerjaannya yang memerlukan waktu lebih dari seminggu. Bayangkan, untuk membuat satu tas mangkok saja diperlukan waktu 4 hari untuk proses penganyaman, belum proses berikutnya.
Kerajinan ate dijual di beberapa pasar di desa Seraya. “Namun, pasar di Seraya Tengah yang paling ramai,” ujar Nyoman Catri sembari menambahkan dekorasi batok kelapa pada tas sundung. Uniknya lagi, produk ate ini hanya dipasarkan tiap pasah (Tri Wara) yang datangnya tiga hari sekali. Itu pun pagi-pagi, mulai pukul 03.00 sampai 05.00. Setelah itu, pasar ini beralih menjadi pasar buah. Jika ada kegiatan besar di kantor Kepala Desa Seraya, kerajinan ate buatan masyarakat kerap dipamerkan. Begitu pun saat lomba desa, kerajinan ini menjadi andalan masyarakat Seraya, Karangasem.

Kacang Atasi Gangguan Jantung

Kacang sudah lama diandalkan para vegetarian untuk menggantikan daging yang kaya protein. Ternyata khasiatnya bisa menghancurkan radikal bebas dalam tubuh karena juga mengandung antioksidan. Menurut para peneliti dari University of Guelph-Ontario, Kanada, kacang tidak hanya kaya akan protein, tetapi mengandung antioksidan atau penjinak radikal bebas yang diyakini sanggup melindungi tubuh dari serangan kanker, gangguan jantung dan juga gangguan penyakit lainnya seperti TBC.

Antioksidan pada kacang dihasilkan dari flavonoid, yang juga dikandung dalam teh dan anggur merah. Dari uji coba terhadap 12 varietas kacang, didapatkan bahwa semakin tua warna jenis kacang, maka semakin banyak pula flavonoid yang dikandungnya. Mengonsumsi kacang merah beberapa kali dalam seminggu akan memperoleh manfaat yang sama dengan mengonsumsi atau minum anggur merah. Kacang tanah (arachis hypogea) selama ini sering dianggap penyebab jerawat. Anggapan itu tidak semuanya benar, karena tanaman ini mengandung zat gizi tinggi. Kacang tanah berasal dari Brazil dan ditanam oleh bangsa Indian.

Peneliti Dr. Frank Hu dan Harvard School of Public Health, dalam penelitiannya terhadap 86.000 wanita yang sering mengonsumsi kacang menunjukkan kacang-kacangan, termasuk kacang tanah mampu menjaga aktivitas pemompaan jantung dengan teratur.

Para ahli dari Penn State University juga melakukan sebuah penelitian ilmiah berupa 11 kali penelitian klinis dan lima kali penelitian epidemiologi. Dari hasil penelitian tersebut, menurut dr. Penny Kris-Etherton, salah satu peneliti sekaligus guru besar di bidang nutrisi universitas tersebut, semakin sering seseorang mengonsumsi kacang, maka risiko terkena penyakit jantung koroner semakin berkurang. Etherton menyebutkan, mengonsumsi satu ons kacang lebih dari lima kali seminggu bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner sampai 25-39%.

Dalam penelitian tersebut tidak hanya kacang tanah yang diteliti, melainkan almond, brazil nut, cashew, hazelnut, macadamia, pistachio, dan walnut. Cuma, disebutkan konsumsi kacang tanah hampir mencapai 50% dari keseluruhan konsumsi Prof. Gary Fraser, Ph.D dari Bagian Obat-obatan dan Epidemiologi di Loma Linda University menyimpulkan, mengonsumsi kacang seminggu sekali mengurangi risiko penyakit jantung 25% lebih rendah dibandingkan tidak makan sama sekali.

Penelitian terkini dilakukan oleh ilmuwan Swedia dr.Thomas Schoen dan timnya dari Universitas Linkoeping Swedia. Schoen bersama timnya berhasil mengidentifikasi kacang berkhasiat melawan kuman tuberkolusis (Pb). Penelitian telah dilakukan Schoen bersama timnya terhadap 120 pasien Tb di Ethiopia. Pasien yang diberi arginine dosis 1 gram atau setara dengan 30 gram kacang tanah setiap harinya, menunjukkan dampak positif bagi pasien Tb. Ketua Gerdunas (Gerakan Terpadu Nasional) Tuberkolusis dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P. menilai penelitian Schoen itu cukup menarik, Terlebih kacang jauh lebih mudah dijangkau masyarakat dibandingkan obat-obatan Tb.
Kacang tanah mengandung lemak (40-50%), protein (27%), karbohidrat, lesitin, kolin, serta vitamin (A, B, C, D, E dan K),juga mengandung mineral antara lain calcium, chlorida, ferro, magnesium, phospor, kalium dan sulphur. Protein yang terkandung dalam kacang tanah jauh lebih tinggi daripada yang terkandung di dalam daging, telur dan kacang soya (kacang kedelai). Ia juga mengandung asam amino yang tinggi. Minyak dari kacang tanah adalah sumber terbaik pencuci perut.

Kacang tanah dapat digunakan sebagai bahan Untuk membuat keju, mentega, sabun dan minyak goreng. Sedangkan daunnya, selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus, dapat digunakan juga sebagai bahan pakan ternak yang bergizi tinggi serta pupuk hijau. Selain itu, mengonsumsi kacang tanah dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol darah.

Cara Romantis Ungkapkan Cinta

Hari Valentine, bisa jadi adalah saat yang tepat untuk menyatakan rasa cinta seseorang pada orang yang ditaksirnya. Jika Anda remaja, menyatakan cinta tak cukup hanya melalui sebatang cokelat dan bunga mawar saja. Ungkapan ini akan terasa lebih hangat melalui sebentuk perhatian lain yang belum pernah Anda berikan kepadanya.
Ciptakan momen ini menjadi lebih spesial dan berwarna, sehingga si dia selalu merindukan dan membutubkan Anda setiap saat. Sebagaimana ditulis media Loving You, ungkapan cinta kini bisa Anda lakukan melalui beragam cara romanti sbb:

Makan malam — Siapkan makan malam romantis. Menjelang malam tiba, saatnya menikmati indahnya makan malam romantis seperti di restoran favorit Anda berdua atau di tepi pantai. Siapkan menu-menu spesial dan bunga mawar segar untuk mempercantik area meja makan. Jika menginginkan suasana lebih rileks, cobalah mengisinya dengan berbagai humor yang menggembirakan dari alunan musik merdu.

Pesan singkat — Siapkan dalam pesan singkat dengan gambar romatis. Memasuki Hari Valentine, tak ada salahnya mengirimkan sebuah pesan singkat dengan gambar romantis seperti bunga mawar atau hati. Selipkan sedikit puisi buah karyamu agar si dia semakin terpesona pada kelebihanmu.

Pesta kejutan — Mengisi momen Hari Valentine dengan sebuah pesta menarik akan menjadi bagian yang tak akan terlupakan di momen indah ini. Kejutkan si dia dengan sebuah pesta menarik dimana di dalamnya tergabung kumpulan sahabat karibnya. Siapkan beragam permainan unik agar pesta Valentine terasa meriah dan tak membosankan.

Category: Tips  Leave a Comment

Menata Rambut Bergaya Simpel

Perubahan kesan wajah dapat diwujudkan hanya dengan tatanan rambut. Untuk ibu super sibuk agar wajahnya terlihat segar, tatanan rambut sederhana bisa menjadi jawabannya.

Seorang ibu rumah tangga plus wanita karier sibuk mengurusi keperluan rumah, anak, suami, dan seabrek tugas kantor. Anda dituntut untuk tidak hanya pandai mengurusi keperluan rumah tangga, tetapi juga dalam menjaga penampilan untuk selalu terlihat cantik dan rapi.

Biasanya dengan alasan repot, wanita yang memiliki kesibukan mengurus anaknya jarang sekali memperhatikan penampilan. Jika Anda termasuk wanita karier yang banyak berhubungan dengan kolega, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjaga penampilan tanpa harus ke salon atau spa. Berikut ini kiat cepat dan sederhana untuk ibu super sibuk tampil dengan potongan rambut menawan.

Diurai —Jika rambut tergolong panjang dan lurus mengembang, tidak ada salahnya rambut Anda diurai dengan tampilan dibiarkan berantakan. Penampilan rambut berantakan menghadirkan kesan seksi dan sensual. Gunakan jemari Anda sebagai pengganti sisir, gerai lepas rambut, lalu semprotkan hair spray.

Dikuncir—Anda dapat mengikat atau menguncir rambut ke belakang agar bentuk wajah Anda terlihat lebih segar.

Potong bob—Jika rambut tergolong susah diatur, sebaiknya bentuk rambut Anda dengan gaya potongan bob. Dengan potongan rambut ini, wajah Anda akan terlihat lebih segar, rambut pun tidak lagi susah diatur.

Aksesori—Kenakan aksesori penjepit rambut atau pun bando untuk membuat rambut Anda terlihat lebih menarik.